Minggu, 03 Januari 2016

Backup dan Restore

Assalamu'alaikum, Apa kabar viewers ?
Pada kesempatan kali ini saya akan menjelaskan materi mengenai "Backup dan Restore". Backup merupakan proses yang seharusnya wajib kita lakukan karena bila terjadi kerusakan pada komputer, kita tidak perlu panik dengan file-file kita jika sebelumnya kita sudah melakukan backup. Untuk itu, kita akan belajar tentang backup dan restore pada Centos6.

  • Tipe Backup
-  Full Backup
Menuliskan seluruh file pada suatu filesystem ke media backup. Pada tipe full backup tidak ada pemeriksaan apakah suatu file mengalami perubahan atau tidak.
-  Incremental Backup
Menuliskan hanya file yang mengalami perubahan ke media backup.
 
  • Utilitas Backup
-> tar
 Full Backup dengan tar
  # tar cvf /dev/fd0 /home
Incremental Backup dengan tar
# tar cvf /dev/fd0 `find /home -mtime -1 -print`
Memeriksa Hasil Backup
# tar tvf /dev/fd0
Restore File dengan tar
# tar xvf /dev/fd0
 
-> cpio
Full Backup dengan cpio
 # find /home -print | cpio -o > /dev/fd0
Incremental Backup dengan cpio
  # find /home -mtime -1 | cpio -o > /dev/fd0
Memeriksa Hasil Backup
 # cpio -it < /dev/fd0
Restore File dengan cpio
 # cpio -i < /dev/fd0
 
Untuk lebih jelasnya dapat kalian liat penjelasan berikut ini :
Untuk membackup file kita bisa menggunakan tar. Untuk itu, Kita dapat membuat sebuah folder/direktory terdahulu dimana didalamnya terdapat beberapa file. Contoh :
- Masuk sebagai super user ( $ su)
- Masuk kedalam desktop : # cd /home/Atikah/Desktop/
- Buat sebuah direktory : # mkdir backup
- buat beberapa file : # touch backup/data.txt
                                      # touch backup/data2.txt
Untuk lebih jelas bisa dilihat gambar dibawah ini :


Setelah itu folder yang sudah kita buat dapat kita backup dengan perintah tar dengan format : # tar cvf (nama file/folder backup) (nama file/folder yang ingin dibackup). Contoh : # tar cvf backup1 backup


Untuk melihat atau mengecek file/folder apa saja yang sudah dibackup dapat dilakukan dengan perintah : # tar tvf (nama file/folder backup). Contoh : # tar tvf backup1


Kemudian jika kita ingin merestore file yang sudah dibackup dapat dilakukan dengan perintah : # tar xvf (nama fil/folder backup). Contoh : # tar xvf backup1 . Untuk melakukan restore terlebih dahulu kita hapus file yang ada difolder backup1 dengan perintah : rm - r . Untuk lebih jelas lihat gambar dibawah ini.


Selain perintah tar, untuk melakukan backup kita juga bisa menggunakan perintah cpio. Untuk membackup dapat kita gunakan perintah : # find (nama file/folder yang ingin dibackup) -print | cpio -o > (nama file/folder backup). Contoh misalkan kita ingin membackup semua file yang ada di desktop : # find /home/OS14/Desktop -print | cpio -o > backup2. Sedangkan untuk melihat atau mengecek file dapat dilakukan dengan perintah : # cpio -it < (nama file/folder backup). Contoh : # cpio -it < backup2


Sedangkan untuk merestore file/folder dengan cpio dapat dilakukan dengan perintah : # cpio -i < (nama file/folder backup). Contoh : # cpio -i < backup2


PENJADWALAN
  • Cron
Sebuah daemon yang dapat digunakan untuk menjadwalkan pelaksanaan suatu tugas yang berulang-ulang sesuai dengan kombinasi jam, hari dalam bulan, bulan dalam tahun, hari dalam minggu dan minggu. Cron akan menganggap bahwa sistem berjalan secara terus menerus. Jika sistem sedang tidak berjalan pada saat suatu tugas dalam jadwal, maka tugas tersebut tidak akan dijalankan.


Keterangan :
minute → integer dari 0 hingga 59
hour → integer dari 0 hingga 23
day → integer dari 1 hingga 31
month → integer dari 1 hingga 12
day of week → integer dari 0 hingga 7, dimana 0 atau 7
mewakili Sunday(Minggu)
command → perintah yang akan dijalankan

Untuk lebih jelas perhatikan penjelasan berikut ini. 
Pertama-tama, masuk sebagai super user. Kemudian tulis perintah : # crontab -e untuk masuk ke cron. Sebelumnya tulis : # date untuk melihat waktu yang sedang berlangsung.


Kemudian tulis perintah seperti dibawah ini dan save (Esc + :wq!) .


30 21 * * * wall "Sebentar lagi komputer anda akan dimatikan"
-> ini berarti pada menit ke 30 dan jam 21 didinding/layar akan menampilkan tulisan : Sebentar lagi komputer anda akan dimatikan.

32 21 * * * reboot
-> 2 menit setelah menampilkan tulisan tepatnya pada menit ke 32 dan jam 21 komputer akan melakukan reboot(mati)

Maka output yang akan keluar nantinya akan seperti dibawah ini dan selang waktu 2 menit komputer pun kemudian mati.


  • at 
Merupakan proses penjadwalan yang bersifat tidak periodik (tidak terus-menerus). Perhatikan contoh berikut ini:
Misalkan kita ingin menampilkan tulisan "byeeeee" dengan menggunakan at terlebih dahulu kita harus melihat waktu dengan printah : # date. Kemudian untuk pengaturan jadwal dengan at dapat dilakukan dengan format : # at (waktu yang diinginkan) . Contoh : # at 15:08 . Setelah itu tulis : at> wall "byeeeee" dan tekan Ctrl+D . Untuk lebih jelas perhatikan gambar dibawah ini.


Sampai disini yang dapat saya sampaikan. Mohon maaf jika ada yang salah dari penyampaian saya yang salah. Dan terima kasih untuk kalian yang sudah membaca blog saya. Semoga bermanfaat \^-^/
















Sabtu, 02 Januari 2016

Shell Script 2

Assalamu'alaikum, Apa kabar viewers ?
Pada kesempatan kali ini saya akan menjelaskan materi mengenai "Shell Script". Saya diberikan tugas dari dosen saya untuk membuat sebuah progam menghitung banyaknya bilangan ganjil dan genap dimana batas angka yang diinginkan nantinya akan di input. Output yang akan dihasilkan seperti gambar dibawah ini :

Sebelum masuk ke program saya akan memberikan sedikit materi yang saya miliki.
Pengutipan
Karakter khusus adalah karakter yang mempunyai fungsi khusus bagi shell. Contoh karakter khusus :

?        :    substitusi nama file
*        :    substitusi nama file
`        :    substitusi perintah
$        :    substitusi variabel

  • Read (Input)
Fungsi : untuk membaca data dari keyboard atau file. Bentuk umum :
read var1 var2 ... varn

Keterangan :
 -    kata  pertama di-assign ke var 1, kata kedua ke var2 dan seterusnya.
 -    jika jumlah variabel dalam list lebih sedikit dari jumlah data yang dibaca maka sisa baris disimpan dalam variabel terakhir (var n).
      Membaca data nama dan alamat dari keyboard
       $ read nama alamat dudi depok

  • Echo(Output)
Fungsi : untuk menampilkan string ke standard output (layar). Bentuk umum :
echo [-pilihan] arg1 arg2 ... argn

Keterangan :
-     Setiap argumen dipisahkan oleh satu spasi.
-     Pilihan yang sering digunakan :
-n    :     tidak menampilkan baris baru (newline)
-e    :     untuk menampilkan backslash-escaped characters

1.   Menampilkan isi direktori
      $ echo *
      bin mail misc
2.   Menampilkan baris kosong
      $ echo
3.   Menampilkan tabulasi
      $ echo -e "x\ty"
      x   y
4.   Menampilkan baris baru
       $ echo -e "\n\nlompati 2 baris"

  • Operator String
  • Operator Integer

Keterangan :
Shell  tidak  akan  membedakan  tipe  harga  yang  disimpan  dalam  variabel  tetapi  test akan memperlakukan suatu harga sebagai integer jika dibandingkan dengan operator integer.

  • Operator File

  • if
Fungsi : untuk mengambil keputusan perintah mana yang akan dijalankan dari beberapa pilihan yang ada
Bentuk umum :
 

-     Kondisi diperoleh sebagai hasil eksekusi program (berupa exit status).
-     Exit status = 0 maka perintah-perintah antara then dan fi dilaksanakan.
-     Exit status <> 0
        Perintah antara then dan fi dilompati.
        Untuk bentuk umum dengan else perintah-perintah antara else dan fi dilaksanakan. 

  • for
 Berfungsi untuk menjalankan sekelompok perintah secara berulang-ulang sesuai dengan jumlah yang sudah ditentukan.
Keterangan :-     Perintah-perintah antara do dan done disebut badan Iterasi (Body Loop)
-     Pertama kali loop dijalankan, var disubstitusi dengan word 1 (atau $1 untuk for tanpa
      list) lalu badan iterasi dijalankan.
-    Berikutnya var disubstitusikan dengan word 2  (atau $2 untuk for tanpa list) kemudian
     badan iterasi dieksekusi lagi dan seterusnya.
-    Badan iterasi ini dijalankan berulang-ulang dari atas ke bawah sebanyak:
     --> Jumlah word dalam list setelah in
     --> Jumlah argumen pada command line (untuk for tanpa list)
 
  • while
  • until
Bentuk umum :
until kondisi
do
 done
     perintah
    perintah
    :

Keterangan :
-     periksa kondisi
-    jika exit status <> 0 jalankan perintah-perintah antara do dan done
-    ulangi langkah pertama
-    jika exit status = 0  stop


 Sampai disini aja materi yang dapat saya sampaikan. Selanjutnya kita akan mulai masuk ke dalam program.

1.  Masuk ke terminal dan buat sebuah file. Bisa kalian tulis : $ vi tugas.sh

2.  Setelah itu tulis program seperti gambar dibawah ini :




Penjelasan program :

- Variabel pil merupakan variabel yang digunakan untuk memilih apakah program ini mau diulangi atau tidak. Jika pil='y' (ya) maka program akan menjalankan perintah "while [ $pil == 'y' ] || [ $pil == 'Y' ]"
- Perintah "clear" digunakan untuk membersihkan layar.
- Program dimulai dengan menampilkan :
           HALLO, SELAMAT DATANG DI PROGRAM SHELL SCRIPT.....!
                                          PROGRAM INI DI BUAT OLEH :  

NIM  : (NIM diinput oleh user yang nilainya ditampung pada variabel "nim")
NAMA  : (NAMA diinput oleh user yang nilainya ditampung pada variabel "nama")

----------------------------------------------------------------------------------------------------------
Silahkan masukkan batas loop sdr/sdri ......(nama yang sudah diinput akan tampil disini) : .... (batas diinput oleh user yang nilainya ditampung pada variabel "bts")

- Kemudian ketemu sama kondisi if dimana jika nilai batas yang diinputkan kurang dari sama dengan 200 maka angkanya akan ditampilkan. Jika lebih dari 200 maka program keluar.
- Setelah ini masuk ke program for untuk menghitung berapa banyak jumlah bilangan ganjil dan genap dari angka yang sudah ditampilkan. Sebelum itu nilai genap dan ganjil harus dideklarasikan (nil_ganjil=0; dan nil_genap=0;) untuk proses looping penambahan nilainya
- let digunakan untuk menahan nilainya.
- Variabel "hitung" digunakan untuk menampung nilai dari $x%2. Yang kemudian masuk ke sebuah kondisi dimana jika nilai dari hitung=0, nilai bilangan genap bertambah 1. Jika tidak maka nilai bilangan ganjilnya bernilai 1.
- Setelah looping tersebut, total banyaknya bilangan ganjil dan genap akan ditampilkan.
- Kemudian muncul pertanyaan : "Kembali ke awal ? y/n : ". Ketika itu user akan menginputkan y atau n. Jika user menginputkan "y" maka program akan kembali ke awal. Jika "n" maka program akan keluar.

3. Setelah itu save program (Esc + :wq!). Kemudian jalankan program dengan cara : $ sh tugas.sh


Maka output yang didapat dari program tersebut adalah :


Jika kalian memilih "y" progam akan mengulang dan jika memilih "n" progam akan keluar:


Sampai disini yang dapat saya sampaikan. Mohon maaf jika ada yang salah dari penyampaian saya yang salah. Dan terima kasih untuk kalian yang sudah membaca blog saya. Semoga bermanfaat \^-^/








 


















Bootloader (Mengganti Password)

Assalamu'alaikum, Apa kabar viewers ?
Pada kesempatan kali ini saya akan menjelaskan materi mengenai "Bagaimana Cara Mengganti Password pada Bootloader". Bootloader memiliki fungsi untuk mengatur settingan pada sistem awal komputer. Untuk itu, bootloader dapat mengatur pemberian password saat kita ingin masuk ke sistem operasi Centos6. 

  • Sebelumnya, saya akan membahas tanpa menggunakan password dan otomatis masuk ke sistem operasinya. 
1. Masuk keterminal dan masuk sebagai super user ( $ su )
2. Tulis : # vi /boot/grub/menu.lst
3. Setelah itu akan muncul gambar seperti dibawah ini dan perhatikan yang digaris bawahi.


default berguna untuk urutan sistem operasi yang ada ketika diawal komputer menyala. Jika defaultnya adalah 1 berarti susunan sistem operasinya dimulai dari 1. Sedangkan timeout adalah waktu yang diberikan untuk komputer secara otomatis masuk ke sistem operasi. Misalkan, timeout=30 maka dalam waktu 30 detik secara otomatis akan masuk ke sistem operasi centos. Untuk merubah default dan timeoutnya kalian harus menghapus tanda pagar (#) yang berada didepan tulisan tersebut. Perhatikan gambar dibawah ini, misalkan default=0 dan timeout=10.


4. Setelah itu save dan keluar (Esc + :wq!)
5. Kemudian reboot (# reboot)

  • Baiklah selanjutnya saya akan membahas bagaimana memberikan password pada bootloader
1. Masuk keterminal dan masuk sebagai super user ( $ su )
2. Tulis : # vi /boot/grub/menu.lst
3. Setelah itu, tambahkan tulisan : password ...(password yang anda inginkan) dibawah title Centos. Untuk lebih jelas lihat gambar dbawah ini.


Hal ini berarti ketika awal komputer dihidupkan kemudian anda memilih Centos6. Maka setelah memilih anda akan disuruh untuk memasukan passwordnya. Berdasarkan gambar berarti password yang harus anda ketik adalah "rahasia".

Ada juga dengan cara anda meletakan tulisan password diatas title Centos. Kemudian tambahkan "lock" dibawah title Centos tersebut. Perhatikan gambar dibawah ini.


Berbeda dengan sebelumnya, jika password diletakan sebelum title Centos dan ditambah "lock" maka kita tidak bisa masuk ke centos sebelum anda memasukan passwordnya. Cara memasukan passwordnya : anda tekan "p" kemudian baru masukan passwordnya.
4. Setelah itu save dan keluar (Esc + :wq!)
5. Kemudian reboot (# reboot)

  • Selain cara diatas, ada juga dengan cara enkripsi. Perhatikan instruksi berikut ini.
1. Masuk keterminal dan masuk sebagai super user ( $ su )
2. Tulis : # grub-md5-crypt
3. Kemudian masukan password yang anda inginkan
4. Setelah itu akan muncul tulisan dan copy tulisan tersebut.


5. Tulis : # vi /boot/grub/menu.lst
6. Setelah masuk ke vi, tulis : password --md5 ....(paste tulisan yang sebelumnya sudah anda copy) dibawah title Centos.
 


 Sama dengan cara yang sebelumnya, jadi ketika anda sudah memilih Centos maka anda akan disuruh untuk memasukan password.
7. Setelah itu save dan keluar (Esc + :wq!)
8. Kemudian reboot (# reboot)


Sampai disini yang dapat saya sampaikan. Mohon maaf jika ada yang salah dari penyampaian saya yang salah. Dan terima kasih untuk kalian yang sudah membaca blog saya. Semoga bermanfaat \^-^/








Jumat, 01 Januari 2016

Startup dan Shutdown

Assalamu'alaikum, Apa kabar viewers ?
Pada kesempatan kali ini saya akan menjelaskan tentang "Startup dan Shutdown". Kita mempelajari ini di linux agar memudahkan mencari kesalahan(troubleshooting) ketika terjadi masalah yang berhubungan dengan startup dan shutdown. Akan tetapi, kali ini kita tidak membahas secara mendalam tentang mancari kesalahan(troubleshooting) tetapi lebih membahas proses startup dan shutdown-nya.

 Berikut ini proses startup pada linux :
  • BIOS  Basic  Input/Output  System  adalah  antar  muka  level  terendah  antara komputer dan peripheral.   Bios melakukan pemeriksaan pada memori dan mencari instruksi pada Master Boot Record (MBR) pada floppy atau hard drive.
  • MBR menunjuk  ke boot loader (LILO : Linux boot loader)
  • LILO / GRUB  akan  menanyakan  label  sistem  operasi  yang  akan  mengidentifikasi  kernel yang dijalankan. Kernel akan menjalankan sistem operasi Linux.
  • Yang  pertama  kali  dikerjakan  oleh  kernel  adalah menjalankan  program  init.    Init adalah root/parent dari semua proses yang dijalankan pada Linux
  • Proses pertama yang memulai init adalah skrip /etc/rc.d/rc/sysinit.
  • Berdasarkan  run-level  yang  ditentukan,  skrip  dieksekusi  untuk  memulai  proses  tertentu untuk menjalankan sistem dan membuat sistem lebih fungsional.

Format umum isi file /etc/inittab adalah sebagai berikut:
 
           id:runlevel:action:process 

Keterangan :
id = Menunjukkan identitas setiap baris 
runlevel = Menunjukkan di run level berapa saja yang akan diterapkan
action = Menunjukkan action apa yang akan dilakukan 
process = program atau perintah yang harus dilakukan

Berikut ini adalah ketentuan dari run lavel :


 Untuk lebih jelas perhatikan penjelasan berikut ini:

Masuk ke terminal dan masuk sebagai super user. Untuk mengubah run level kita dapat menuliskan : # vi /etc/inittab. Perhatikan gambar dibawah ini :

 
Maka akan muncul gambar seperti dibawah ini:




Yang digaris bawahi berarti pada saat dijalankan sistem akan masuk ke run level 5 yaitu X11 (GUI)


Untuk mengetahui di run level mana kita berada, bisa kita gunakan perintah "who -r". Untuk lebih jelas perhatikan gambar dibawah ini :



Contoh dibawah ini ketika kita masuk ke run level 1 yaitu mode single user :
-> tulis : # vi /etc/inittab
-> edit formatnya ke run level 1. Kemudian save dan keluar (Esc + :wq!)
-> tekan Ctrl+Alt+F2. Maka akan muncul gambar seperti dibawah ini :




Setelah login, masuk lagi ke # vi /etc/inittab. Dari gambar dibawah ini dapat dilihat bahwa sekarang kita ada di run lavel 1. Untuk kembali lagi GUI tinggal kalian ubah saja formatnya ke run lavel 5.



CATATAN : Hindari penggunaan run level 0, 4 dan 6 karena itu berbahaya. Run level 0 ketika kita masuk maka komputer akan langsung mati. Run level 4 mode tidak bisa digunakan. Sedangkan run level 6 ketika kalian akan masuk komputer akan reboot terus.

  • Perintah untuk melihat Skrip init
Untuk melihat skrip pada init dapat kalian tulis : # ls /etc/rc.d/rc0.d . Skrip yang dimulai dengan hufuf K berarti shutdown(Kill) dan yang dimulai dengan huruf S berarti startup. Dan angka yang mengikuti huruf tersebut merupakan urutan eksekusi (terendah ke tertinggi). Pehatikan gambar dibawah ini:



  • Perintah wall dan write
Perintah "wall" dan "write" adalah perintah untuk memberikan pesan ke user. Perbedaan dari keduanya adalah "wall" untuk memberikan pesan kepada seluruh user yang sedang login sekarang. Sedangkan "write" untuk satu user ke user lain. Untuk lebih jelas kalian dapat lihat gambar dibawah ini : 
    
 
Hanya sampai disini materi ini dapat saya sampaikan. Mohon maaf jika ada penyampaian saya yang salah. Dan terima kasih kepada kalian yang sudah mau membaca blog ini. Semoga bermanfaat \^-^/